BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

SELAMAT DATANG

Minggu, 29 November 2009

Jadwal Ujian Nasional (UN, UASBN) tahun 2010

Tabel Jadwal Ujian Nasional tahun 2010


JENJANG

JENIS UJIAN

WAKTU

SMA/MA/SMALB

UN utama

22 – 26 Maret

UN susulan

29,30,31 Maret, 1 dan 5 April

UN ulangan

10 – 14 Mei

SMP/MTs/SMPLB

UN utama

29 Maret – 1 April

UN susulan

5 – 8 April

UN ulangan

17 – 20 Mei

SD/SDLB/MI

UN utama

4 – 6 Mei

UN susulan

10 -12 Mei
Sumber : Badan Standarisasi Nasional Pendidikan

Standar Kelulusan Ujian Nasional 2010 Naik Lagi

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) berencana menaikkan lagi standar kelulusan Ujian Nasional (UN) pada 2010. Ketua BSNP, Prof Mungin Eddy Wibowo di Semarang, Senin (29/6) mengatakan, standar kelulusan UN setiap tahun memang selalu mengalami kenaikan. “Tahun lalu standar kelulusan 5,25, naik menjadi 5,5 tahun ini, dan rencananya pada 2010 akan dinaikkan lagi,” katanya.

Menurut dia, kenaikan standar kelulusan UN didasarkan pada standar pendidikan nasional dan diharapkan dapat memacu motivasi peserta didik dan guru. “Kenaikan standar kelulusan UN juga dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat pembelajaran dan proses pencapaian pendidikan,” katanya. Namun, menurut dia, BSNP tetap akan melihat dan mempertimbangkan keragaman pencapaian pendidikan di setiap daerah yang akan dianalisis dan dievaluasi.

Menurut dia, ada tiga pihak yang dapat melakukan penilaian pendidikan. Pertama pendidik lewat ulangan atau tugas, kedua satuan pendidikan lewat ujian sekolah, dan terakhir pemerintah lewat UN. Karena itu, salah satu pencapaian pendidikan yang dapat dijadikan tolok ukur adalah tingkat kelulusan UN. “Tingkat kelulusan UN di setiap daerah memang bervariasi, namun secara umum menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya.

Padahal, kata dia, standar kelulusan dari semula sebesar 5,25 untuk rata-rata seluruh mata pelajaran yang diujikan, dinaikkan menjadi sebesar 5,5 pada tahun ini. Ia mengatakan, kenaikan tingkat kelulusan UN secara umum tersebut menunjukkan peningkatan standar pendidikan nasional dan pencapaian satuan pendidikan di beberapa daerah.

Selain itu, kata dia, kenaikan standar UN juga akan dipertimbangkan dari beberapa aspek, antara lain standar isi, standar kompetensi lulusan, standar pendidik, dan standar proses. Mungkin belum menetapkan besaran kenaikan standar kelulusan UN pada 2010.

Ia mengatakan, BSNP perlu membicarakan dan menganalisis lebih dulu hasil-hasil yang dicapai oleh setiap satuan pendidikan di seluruh daerah untuk menentukan besar standar kelulusan UN nantinya. “Tapi, kami memastikan kenaikan standar kelulusan UN tidak akan dilakukan secara drastis, namun akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai aspek,” katanya. (Republika)

Mendiknas : Ujian Nasional 2010 Jalan Terus


Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, persiapan untuk pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2010 akan terus berlangsung sebab hingga kini Depdiknas belum menerima putusan Mahkamah Agung (MA) terkait penolakan kasasi tentang UN.

"Ujian Nasional utama yang dilaksanakan bulan Maret 2010 akan jalan seperti biasa, sebab sampai sekarang kami belum menerima dan membaca putusan MA tersebut sehingga daripada hanya menunggu lebih baik mempersiapkan pelaksanaan UN," katanya dalam jumpa pers pascapenolakan kasasi tentang Ujian Nasional oleh Mahkamah Agung di Jakarta, Kamis malam.

Ia mengatakan, UN 2010 akan tetap berjalan sebab pendidikan di Tanah Air membutuhkan sistem yang mapan, tidak selalu berubah-ubah dan ada kepastian.

Di sisi lain, Depdiknas akan menyiapkan diri bila isi putusan MA sama dengan hasil putusan Pengadilan Tinggi pada 3 Mei 2007.

"Apabila putusan MA terkait dengan putusan pengadilan tinggi, maka sesungguhnya pemerintah telah melaksanakan poin-poin yang menjadi tuntutan putusan tersebut, yakni enam poin," katanya.

Namun demikian, dari enam poin putusan pengadilan tinggi tersebut tidak ada satu kata pun yang menyatakan larangan bagi pemerintah untuk melaksanakan UN.

Sebagai contoh pada poin 3 disebutkan "Memerintahkan kepada para Tergugat untuk meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, akses informasi yang lengkap di seluruh daerah di Indonesia sebelum mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Ujian Nasional lebih lanjut".

Menurut Mendiknas, semua yang diperintahkan dalam putusan tersebut
sedang, telah, dan terus dilaksanakan karena merupakan bagian dari proses, seperti peningkatan kualifikasi guru sudah dilakukan sejak tahun 2006, perbaikan ruang kelas, pemnafaatan internet di sekolah-sekolah jumlahnya dari tahun ke tahun terus meningkat.

Ia lebih lanjut mengatakan, pemerintah sepenuhnya patuh terhadap keputusan lembaga negara dan siap menjalankannya, termasuk bila ada jalur hukum lain setelah kasasi ditolak, maka masih ada peluang untuk mengaukan peninjauan kembali (PK).

Mohammad Nuh yang didampingi para pejabat eselon satu dalam jumpa pers itu mengatakan, dalam pelaksanaan UN 2010 akan dilakukan perubahan, yakni ada UN ulangan bagi peserta didik yang tidak lulus pada ujian utama dan atau ujian susulan.

"Karena itu, pelaksanaan UN 2010 waktunya lebih awal, yakni bulan Maret 2010, kemudian ada ujian nasional susulan bagi peserta didik yang berhalangan karena berbagai alasan. Setelah itu pada bulan Mei 2010 dilaksanakan UN ulangan, sehingga peserta didik baik yang lulus pada UN utama atau UN ulangan tetap berkesempatan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri," tambahnya.

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan pemerintah terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sehingga dengan putusan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa UN yang selama ini dilakukan pemerintah adalah cacat hukum, dan selanjutnya UN dilarang untuk diselenggarakan.

Pemohon dalam perkara tersebut yakni pihak negara RI cq Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Negara RI cq Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla --saat permohonan itu diajukan--, Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo --saat permohonan itu diajukan--.

Selain itu, Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional cq Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Bambang Soehendro melawan Kristiono dkk (selaku para termohon kasasi dahulu para penggugat/para terbanding).

Dalam putusannya, MA juga membebankan para pemohon kasasi/para tergugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp500 ribu.

Adanya putusan tersebut, sekaligus menguatkan dengan putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta pada 3 Mei 2007, namun pemerintah tetap menyelenggaran UN untuk 2008 dan 2009.

Pemerintah dianggap telah lalai dalam meningkatkan kualitas guru baik sarana maupun prasarana, hingga pemerintah diminta untuk memperhatikan terjadinya gangguan psikologis dan mental para siswa sebagai dampak dari penyelenggaran UN.

Minggu, 08 November 2009

CINTA LOKASI


Angin sepoi membelai rambutku yang terurai panjang.Aku berjalan menuju kelas baruku.Tidak terasa hari ini adalah hari pertama aku masuk SMA seperti yang aku harapkan.Aku duduk,sambil membuka penahan tasku dan ku ambil sebuah novel idola ku yang berjudul “INCOCNIJTO”aku pun mulai membacanya.
“Oh,ternyata kamu sekolah disini juga ya?”
Tiba-tiba seorang lelaki mengejutkanku dengan suaranya yang fals itu.Aku memang sudah mengenalnya sejak aku masih SMP.Pertama aku bertemunya pada saat aku ingin pergi kesekolah,tiba-tiba mobil yang aku tumpangi berhenti mendadak dan hamper menabrak seorang laki-laki yang ingin menyebrang. Dia pun menghentikan langkahnya dan melihat ke arahku dan langsung pergi.Saat itu juga aku mulai menyukainya.Tidak sampai disitu,ternyata dia juga se SMP denganku.Tapi tidak seperti yang aku harapkan,bukannya kami menjadi teman malah menjadi musuh.
“Ngapain loe disini?”,ucapnya
“terserah gue dong mau sekolah dimana!,Loe sendiri ngapain disini?”,balas ku
“ya terserah gue dong,emang ini sekolah NENEK MOYANG loe!!!”,sambil duduk disampinhgku.
Aku pun kembali membaca novel dan tidak menghiraukannya lagi.
“oya,lo tau gak,novel yang loe baca itu karya kakek gue loh…”,lanjutnya.
“eh mana mungkin kakek loe yang buat novel ini”,jawabku sewot.
“Loe gax percaya,liat aja miripkan fotonya sama gue!”,mendekatkan novel yang ku baca kewajahnya.
“hah…mirip dari HONGKONG.Udah sini novelnya!”,(merampas novel tsb dari tangannya).
“yah udah kalo gak,percaya,dasar CEWEK RESEK”,ucapnya sambil menuju kekelas.
“Hai Erin sini duduk sama gue?”,ajak Shasi.
“Iya gue kesana”.
“Gimana kabar loe Sas,udah punya gebetan belum?”,lanjutku sambil duduk disamping Shasi.
“Ya iyalah,gak kayak loe,ngarap Faiz terus”,sambil tertawa.
“enak aja loe,mana mungkin gue suka sama Faiz”,semerot ku.
“Anak-anak hari ini kita akan mulai belajar.Sebelum belajar.Ibu akan mengabsen murid satu per satu!”,ucap bu Melda sambil masuk kekelas.
“Iya buk”,jawab kami srempak.Kami pun memulai proses pembelajaran.Tidak terasa,bel istirahat pun berbunyi.
“Anak-anak kita bertemu lagi minggu depan,sebelum itu,ibu ingin memberi tahukan kepada Faiz dan Erin untuk mengikuti lomba penelitian objek wisata yang ada di belitung ini.”,ibu itu pun pergi meninggal kan kelas.
“Apa…pokoknya gue gak mau sekelompok sama dia titik!!!”
“Ehh…loe piker gue mau apa sekelompok sama loe!!”
“Udah Rin,udah.Seharusnya loe tuh beruntung bias mewakili sekolah kita,apalagi kamu sekelompok sama Faiz!”,bujuk Shasi.
“Berunrung apanya!!!!Gue tuhhh…”
“Udah..udah,dari pada loe ngomel,lebih baik kita kekantin aja”,ajak Shasi sambil menarik tanganku.
TING TONG,bel rumahku berbunyi,kubuka pintu rumahku dan ternyata…
“FAIZ,ngapain loe kesini???”
“yuk ikut gue”,sambil menarik tanganku menuju motornya.
“Apaan sih loe,tarik-tarik tangan gue!!!,sakit tau!!!emangnya kita mau kemana sih???,kok buriu-buru amat????”
“Loe lupa ya,kita kan dipilih untuk meneliti objek wisata!!!!yuk cepat!!!”
“iiiii….tapi kan…Auu…”
“cerewet banget sih”,Faiz menarikku erat.
“Ya udah deh gue ikut,tapi loe jangan macem-macem ya sama gue”
“ GE ER banget sih loe”
“Eh sebenarnya kita mau kemana sih,kok gak nyampe-nyampe!!”
“Yang jelas gue gak bakal nyulik loe,jadi lebih baik loe diam aja!!”
Beberapa saat kami tiba ditempat yang sangat indah.Tapi anehnya tidak ada banyak orang di tempat itu.
“Wow indah banget pantai ini.kok gue gak tau ada pantai sebagus ini???”
“Udik banget sih loe!!,biasa aja kali dasar kampungan!!”
“Biarin,resek loe…Oya ngomong” apa nama pantai ini?”
“Namanya tuh pantai ISLAND,yuk kesana”,sambil berlari menuju tepi pantai.
Tiba-tiba aku tersandung dan …..
“BYURRRR” “Aduh…baju gue basahh semua nih!!!”
“Ha..ha..ha..ha…Rasain loe!”,Faiz tertawa terbahak-bahak,sambil mendekatiku.
“Nih rasain loe!!!”,aku pun membalas faiz.
“Kurang ajar loe,baju gue jadi basah nih!!”,Faiz mengejarku.
Kami pun mulai bercanda tawa.Saat itu aku merasakan kembali cinta yang dulu pernah terhapus dala memori otak ku. Sore ini,tepat pukul 15.00 aku menemui Faiz menjemputku.Dan tidak lama,terdengar suara motor FAIZ.
“Buruan naik!!”ucap faiz,aku segera naik ke motor faiz.
Sesampainya di pantai ISLAND,kami berjalan di tepi pantai dan berdiam beberapa saat. “Rin,sebenarnya gue mau jujur sama loe.Kata orang sih,kalau kita ada di samping orang yang kita cintai,kita pasti merasakan getaran-getaran yang berbeda,dan sekarang gue ngerasain hal yang sama setiap gue ada di dekat loe!”
“Maksud loe apaan sih iz??gue gax ngerti deh??”jawabku pura-pura bego.
“Sebenarnya gue suka sama loe Rin.Gue gak bias bohongin perasaan gue,dari pertama kita bertemu gue suka sama loe,apa loe masih gak ngerti??,ya udah deh lupain aja”,Faiz membalikkan badannya.
“Faiz,tunggu!!”,aku menahan Faiz agar tidak pergi sambil menarik tangannya.
“Asal loe tau iz,gue udah naksir loe dari pertama gue ngeliat loe”.
“Yang benar??kalo gitu loe mau gax jadi pacar gue??”
“Sorry iz gue gak bias!!”
“Jadi…”
“Ya..gue gak bias nolak loe”
“Yang bener Rin??????”
“Ya iyalah,masak ya iya dong!!!!”
“Yes…makasih ya Rin” Faiz memegang kedua tanganku.
Hari itu terasa indah bagiku,dunia ini seakan jadi milik berdua. Hari demi hari aku lewati waktu yang indah bersama Faiz.Dan akhirnya,hasil lomba penelitian yang kami buat pun selesai dengan sempurna.sekarang kami tinggal menunggu pengumuman lomba tersebut.
“BAIKLAH TEMAN-TEMAN SAYA AKAN MENGUMUMKAN PEMENANG LOMBA PENELITIAN OBJEK WISATA, PEMENANG LOMBA TERSEBUT JATUH KEPADA…..PERWAKILAN KELAS X IPA 1 YA ITU PASANGAN ERIN DAN FAIZ!!!!!!!!!!!!!”
“Yeee…kita MENANG Rin!!!”.teriak Faiz sambil memegang tanganku.
“Ya akhirnya kita menang juga ya,Iz”teriakku senang.
“ehm..ehm,ada pasangan baru nih!!!”,ucap Shasi sambil tertawa.
“Udah lama kale…..!!!!!”,jawab faiz dan aku serempak.
“oya,temen-temen buat ngerayain nya,gue undang loe semua makan bareng di pantai ISLAND”..
“HA PANTAI ISLAND???”,teriak teman-teman.
“Pasti kalian gak tau kan????”tebak ku.
”ya udah kita perg bareng aja”.
“oke…”,jawab teman-teman semangat.
“oh ya Rin loe msih gak percaya,kalo yqng nulis novel idol aloe itu kakek gue?”
“ya enggak lah????,kalo dia kakek loe,mana mungkin loe ada disini,dia kan orang JERMAN!!!”
“Ya terserah loe deh!,mau percaya atau enggak!”
“Tapi gue percaya kok,kalo loe TUKANG KEBUNNYA Frans.ha..ha..ha…!!!!”
“sialan loe Rin”,balas faiz,sambil mengejarku.
Malam ini aku sangat senang,akhirnya orang yang akucintai menjadi kekasihku dan selalu bersamaku.Ternyata perasaan cintaku pada Faiz tidak akan pernah hilang.Sebesar apapun badai yang memisahkan kami,tapi cinta kami tidak akan terpisah,SAMPAI KAPANPUN.

persahabatan


Pagi hari saat aku terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil namaku. Aku melihat keluar. Ivan temanku sudah menunggu diluar rumah kakekku dia mengajakku untuk bermain bola basket.
“Ayo kita bermain basket ke lapangan.” ajaknya padaku.
“Sekarang?” tanyaku dengan sedikit mengantuk.
“Besok! Ya sekarang!” jawabnya dengan kesal.
“Sebentar aku cuci muka dulu. Tunggu ya!”,
“Iya tapi cepat ya” pintanya.
Setelah aku cuci muka, kami pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah kakekku.
“Wah dingin ya.” kataku pada temanku.
“Cuma begini aja dingin payah kamu.” jawabnya.
Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai.
“Ramai sekali pulang aja males nih kalau ramai.” ajakku padanya.
“Ah! Dasarnya kamu aja males ngajak pulang!”,
“Kita ikut main saja dengan orang-orang disini.” paksanya.
“Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” jawabku malas.
“Terserah kamu aja deh.” jawabnya sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain basket.
“Ano!” seseorang teriak memanggil namaku.
Aku langsung mencari siapa yang memanggilku. Tiba-tiba seorang gadis menghampiriku dengan tersenyum manis. Sepertinya aku mengenalnya. Setelah dia mendekat aku baru ingat.
“Bella?” tanya dalam hati penuh keheranan.
Bella adalah teman satu SD denganku dulu, kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus 3 tahun lalu. Bukan hanya itu Bella juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana.
“Hai masih ingat aku nggak?” tanyanya padaku. “
Bella kan?” tanyaku padanya.
“Yupz!” jawabnya sambil tersenyum padaku. Setelah kami ngobrol tentang kabarnya aku pun memanggil Ivan.
“Van! Sini” panggilku pada Ivan yang sedang asyik bermain basket.
“Apa lagi?” tanyanya padaku dengan malas.
“Ada yang dateng” jawabku.
“Siapa?”tanyanya lagi,
“Bella!” jawabku dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik.
“Siapa? Nggak kedengeran!”.
“Sini dulu aja pasti kamu seneng!”.
Akhirnya Ivan pun datang menghampiri aku dan Bella.Dengan heran ia melihat kearah kami. Ketika ia sampai dia heran melihat Bella yang tiba-tiba menyapanya.
“Bela?” tanyanya sedikit kaget melihat Bella yang sedikit berubah.
“Kenapa kok tumben ke Jogja? Kangen ya sama aku?” tanya Ivan pada Bela.
“Ye GR! Dia tu kesini mau ketemu aku” jawabku sambil menatap wajah Bela yang sudah berbeda dari 3 tahun lalu.
“Bukan aku kesini mau jenguk nenekku.” jawabnya.
“Yah nggak kangen dong sama kita.” tanya Ivan sedikit lemas.
“Ya kangen dong kalian kan sahabat ku.” jawabnya dengan senyumnya yang manis.
Akhinya Bella mengajak kami kerumah neneknya. Kami berdua langsung setuju dengan ajakan Bela. Ketika kami sampai di rumah Bela ada seorang anak laki-laki yang kira-kira masih berumur 4 tahun.
“Bell, ini siapa?” tanyaku kepadanya.
“Kamu lupa ya ini kan Dafa! Adikku.” jawabnya.
“Oh iya aku lupa! Sekarang udah besar ya.”.
“Dasar pikun!” ejek Ivan padaku.
“Emangnya kamu inget tadi?” tanyaku pada Ivan.
“Nggak sih!” jawabnya malu.
“Ye sama aja!”. “Biarin aja!”.
“Udah-udah jangan pada ribut terus.”
Bella keluar dari rumah membawa minuman.
“Eh nanti sore kalian mau nganterin aku ke mall nggak?” tanyanya pada kami berdua.
“Kalau aku jelas mau dong! Kalau Ivan tau!” jawabku tanpa pikir panjang.
“Ye kalau buat Bella aja langsung mau, tapi kalau aku yang ajak susah banget.” ejek Ivan padaku.
“Maaf banget Bell, aku nggak bisa aku ada latihan nge-band.” jawabnya kepada Bella.
“Oh gitu ya! Ya udah no nanti kamu kerumahku jam 4 sore ya!” kata Bella padaku.
“Ok deh!” jawabku cepat.
Saat yang aku tunggu udah dateng, setelah dandan biar bikin Bella terkesan dan pamit keorang tuaku aku langsung berangkat ke rumah nenek Bella. Sampai dirumah Bella aku mengetuk pintu dan mengucap salam ibu Bella pun keluar dan mempersilahkan aku masuk.
“Eh ano sini masuk dulu! Bellanya baru siap-siap.” kata beliau ramah.
“Iya tante!” jawabku sambil masuk kedalam rumah.
Ibu Bella tante Vivi memang sudah kenal padaku karena aku memang sering main kerumah Bella.
“Bella ini Ano udah dateng” panggil tante Vivi kepada Bella.
“Iya ma bentar lagi” teriak Bella dari kamarnya.
Setelah selesai siap-siap Bella keluar dari kamar, aku terpesona melihatnya.
“Udah siap ayo berangkat!” ajaknya padaku.
Setelah pamit untuk pergi aku dan Bella pun langsung berangkat. Dari tadi pandanganku tak pernah lepas dari Bella.
“Ano kenapa? Kok dari tadi ngeliatin aku terus ada yang aneh?” tanyanya kepadaku.
“Eh nggak apa-apa kok!” jawabku kaget.
Kami pun sampai di tempat tujuan. Kami naik ke lantai atas untuk mencari barang-barang yang diperlukan Bella. Setelah selesai mencari-cari barang yang diperlukan Bella kami pun memtuskan untuk langsung pulang kerumah. Sampai dirumah Bella aku disuruh mampir oleh tante Vivi.
“Ayo Ano mampir dulu pasti capek kan?” ajak tante Vivi padaku.
“Ya tante.” jawabku pada tante Vivi.
Setelah waktu kurasa sudah malam aku meminta ijin pulang. Sampai dirumah aku langsung masuk kekamar untuk ganti baju. Setelah aku ganti baju aku makan malam.
“Kemana aja tadi sama Bella?” tanya ibuku padaku.
“Dari jalan-jalan!” jawabku sambil melanjutkan makan.
Selesai makan aku langsung menuju kekamar untuk tidur. Tetapi aku terus memikirkan Bella. Kayanya aku suka deh sama Bella.
“Nggak! Nggak boleh aku masih kelas 3 SMP, aku masih harus belajar.” bisikku dalam hati.
Satu minggu berlalu, aku masih tetap kepikiran Bella terus. Akhirnya sore harinya Bella harus kembali ke Bandung lagi. Aku dan Ivan datang kerumah Bella. Akhirnya keluarga Bella siap untuk berangkat. Pada saat itu aku mengatakan kalau aku suka pada Bella.
“Bella aku suka kamu! Kamu mau nggak kamu jadi pacarku” kataku gugup.
“Maaf ano aku nggak bisa kita masih kecil!” jawabnya padaku.
“Kita lebih baik Sahabatan kaya dulu lagi aja!”
Aku memberinya hadiah kenang-kenangan untuknya sebuah kalung. Dan akhirnya Bella dan keluarganya berangkat ke Bandung. Walaupun sedikit kecewa aku tetap merasa beruntung memiliki sahabat seperti Bella. Aku berharap persahabatan kami terus berjalan hingga nanti.